Senin, 13 Maret 2017

Mengintip Ngerinya Profesi Memancing Mayat Di Sungai Kuning

Memancing mayat di Sungai Kuning (Foto: odditycentral.com)

Pada umumnya memancing bertujuan untuk mendapatkan ikan, kemudian ikan yang didapat bisa dimakan atau dijual. Namun apa jadinya jika memancing bukan untuk mendapatkan ikan, melainkan untuk mendapatkan mayat manusia?

Ya, hal itulah yang terjadi di Sungai Kuning di mana memancing mayat dianggap sebagai profesi yang sangat menguntungkan. Terletak 18 mil dari Lanzhou, provinsi Gansu, barat laut China, Sungai Kuning menjadi tempat yang paling disukai untuk bunuh diri.

Oleh sebab itu, beberapa penduduk setempat memilih jadi pemancing mayat di sungai tersebut. Kemudian mayat yang didapat akan diserahkan kepada pihak keluarga, dan sebagai imbalan akan dapat bayaran berupa materi dan juga rasa terima kasih yang amat besar.

Wei Xinpeng (Foto: odditycentral.com)

Dilansir laman Odditycentral.com, banyak mayat manusia yang mengapung ke permukaan sungai karena disebabkan bendungan hidroelektrik dan sebuah tikungan sungai.

Wei Xinpeng adalah salah satu nelayan yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai pemancing mayat di Sungai Kuning. Menurutnya, memancing mayat memiliki keuntungan yang lebih besar.

(Foto: odditycentral.com)

Tercatat, Xinpeng bisa menemukan sampai 100 mayat per tahun, kemudian menyerahkan kepada keluarganya. Rata-rata korban yang ditemukan di sungai tersebut karena bunuh diri.

Menurut pengakuan Xinpeng, menyebutkan bahwa dia bisa mendapatkan penghasilan 75-450 dollar per mayat yang dikembalikan tergantung pendapatan pihak keluarga yang kehilangan.

Namun tak jarang pula Xinpeng membuang kembali mayat ke sungai karena tak ada keluarga yang mau mengakui mayat tersebut.