Jumat, 10 Maret 2017

Usai Dicabut Gigi, Wajah Wanita Ini Habis Digrogoti Bakteri Pemakan Daging

Wajah gadis ini habis digerogoti bakteri pemakan daging (Foto: dailymail.co.uk)

Suth Ret (18), seorang remaja asal Vietnam ini menjadi salah satu korban bakteri nekrosis fasciitis, yakni bakteri pemakan daging. Suth jadi korban kengerian bakteri ini setelah melakukan cabut gigi di salah satu Klinik di Vietnam pada Desember tahun lalu.

Sebulan setelah cabut gigi kondisi Suth benar-benar sehat, namun ketika ia mengalami demam yang cukup tinggi dan tidak mendapat penanganan cepat, bakteri yang ada di tenggorokannya telah menyebar ke dalam aliran darah nya. Sehingga mengakibatkan sebagian wajahnya hampir terluka.

Minggu lalu ia dilarikan ke rumah sakit di Phnom Penh, Kamboja, sampai berat badannya pun turun mencapai 38 kilogram. Hingga kini ia masih berjuang melawan serangan bakteri tersebut dan dokter telah mengupayakannya semaksimal mungkin.

(Foto: dailymail.co.uk)

Seorang warga negara Kanada Yulia Khouri, yang tinggal di desa yang sama dengan Suth, meminta bantuan dana untuk biaya perawatan medis Suth pada publik. Beruntung banyak donatur baik hati yang memberikan bantuan dana untuk biaya pengobatan Suth.

Lalu apa bakteri nekrosis fasciitis itu?

Necrotising fasciitis ini paling sering disebabkan oleh infeksi grup A Streptococcus. Infeksi yang ditimbulkan biasanya berlangsung hanya beberapa hari asalkan terus menjaga kebersihan diri.

Namun dalam beberapa kasus yang tidak biasa itu dapat berkembang menjadi necrotising fasciitis. Mereka menginfeksi lapisan datar dari membran yang dikenal sebagai fascia, yaitu pita ikat jaringan yang mengelilingi otot, saraf, lemak, dan pembuluh darah.

Infeksi juga merusak jaringan di sebelah fasia. Kadang-kadang racun yang dibuat oleh bakteri ini menghancurkan jaringan yang terinfeksi.

Ketika proses tersebut terjadi, infeksi ini sangat serius dan dapat mengakibatkan kehilangan anggota tubuh atau kematian.

"Setelah saya melihat dia, tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Ia telah menyadari sepenuhnya, ia sangat tegar melalui semua ini, tetapi ia tidak tahu sejauh mana kerusakan wajahnya," ujar Yulia, seperti dilansir Daily Mail.